Make your own free website on Tripod.com

PROSPEK KAPET BUKARI

Mari kita lihat satu demi satu potensi yang bisa dikembangkan di Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Bukari, serta kemungkinan keikutsertaan sektor swasta dalam pengembangannya.

INDEX :

 

garis01.gif (11170 bytes)

PERTANIAN, PERKEBUNAN,PETERNAKAN DAN
PERIKANAN

a. Pertanian pangan

Lahan untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura seluas 277.125 Ha. Dari jumlah itu, yang sudah dimanfaatkan baru sebagian kecil saja, yakni 71.477 ha. ( berupa sawah irigasi 8.978 ha., sawah tadah hujan 2.499 ha., dan lahan tanaman kering 60.000 ha. ). Artinya, masih terdapat 205.000 ha. Lebih lahan pertanian yang masih bisa dikembangkan.

Untuk meningkatkanproduksi pangan, terutama padi, palawija, dan hortikultura, dikawasan Andalan Bukari direncanakan akan dibangun sebuah dam yang terletak dialiran sungai (DAS) Poleang. Pembangunan dam tersebut ditunjang dengan pembangunan saluran irigasi, sehingga diperkirakan akan mampu mengairi areal sawah seluas 15.000 ha.

Tanaman singkong akan dikembangkan pada areal seluas 10.000 Ha. PTP XXXII di dukung tanaman singkong masyarakat.

b. Pengembangan pekebunan

Disubsektor perkebunan, Kawasan Andalan Bukari punya peluang untuk menggenjot produksi perkebunan lewat pengembangan lahan kering. Dari jumlah lahan kering yang ada, pemanfaatan baru mencapai 39.858 ha., dengan peruntukan jambu mente (seluas 14.261 ha.), kakao (seluas11.451 ha.), kelapa (seluas 14.146 ha.), pengembangan kapas rakyat (seluas 10.000 Ha). Selain itu terdapat tanaman tebu diatas areal seluas 26.000 ha. Intensifikasi jambu mente seluas 4.667 Ha., intensifikasi kakao seluas 3.520 dan intensifikasi kelapa seluas 5.020 Ha.

c. Pengembangan Peternakan

Di luar sektor-sektor yang diunggulkan tadi, Kawasan Andalan Bukari masih memiliki berbagaipotensi lain yang tidak kalah menantang untuk dikembangkan. Disektor pertanian, misalnya, subsektor peternakan punya prospek cerah untuk diolah. Sebab, dikawasan andaloan ini terdapat potensi lahan peternakan seluas 14.530 ha. Itu belum termasuk padang alang-alang dan semak belukar jauh lebih luas lagi, yakni 66.954 ha.

Usaha petrnakan yang dikembangkan di Kawasan Andalan Bukari selama ini meliputi sapi (51.611 ekor), kerbau (4.511 ekor), kuda (2.191 ekor), kambing dan domba (8.700 ekor), ayam buras (537.137 ekor), dan itik (33.042 ekor). Dengan melihat potensi lahan yang ada, maka dikawasan andalan ini untuk mengembangkan peternakan sapi dan kambing bersekala besar pada areal seluas 81.484 yang terletak di kecamatan Poleang Timur dan kecamatan Rumbia. Para pengusaha yang tertarik pada subsektor peternakan, bisa menjajagi kemungkinan pengembangan peternakan skala besar atau menengah disana.

d. Pengembangan Perikanan

Disubsektor perikanan , Kawasan Andalan Bukari memendam potensi yang besar, baik potensi penangkapan lepas pantai, budidaya laut, budidaya tambak maupun perikanan air tawar. Potensi perikanan lepas pantai berupa ikan pelagis besar, seperti ikan tuna, cakalan, tenggiri, dan ikan cucut terdapat di perairan sekitar kawasan andalan ini, dengan potensi penangkapan sebanyak 118.000 ton per tahun. Sedangkan potensi budidaya cumi-cumi, rumput laut, ikan karang, dan kerang bisa dilaksanakan pada areal seluas 1.788 kilometer persegi.Untuk menunjang potensi laut diadakan penambahan kapal penangkap ikan kapasitas 30-60 GT sebanyak 110 buah.

Khusus untuk budidaya tambak, terdapat potensi pengembangan hingga mencapai luas 7.092 ha, yang sudah dimanfaatkan baru 3.632,4 ha saja, berupa tambak udang. Artinya masih terbuka kesempatan bagi para pengusaha untuk menanamkan modal dalam mengembangkan budidaya tambak dikawasan andalan Bukari. Untuk memanfaatkan potensi tambak itu, memang perlu dilakukan tambahan saluran irigasi tambak terolah 116 kilometer.

Sedang untuk menunjang perluasan tambak perlu diperlukan pembangunan saluran sepanjang 309 kilometer. Jika semua potensi digarap sepenuhnya, dan dikelola dengan teknologi madya saja, maka Kawasan Andalan Bukari bakal mampu menghasilkan udang sebanyak 11.348 ton per tahun.

PARIWISATA

Dibidang kepariwisataan, yang menjadi salah satu sektor unggulan dalam pengembangan Kawasan Andalan Bukari, terdapat beberapa obyek wisata yang bisa ditingkatkan dan "dijual" kepada para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Salah satu potensi sektor pariwisata yang berada dikawasan andalan ini, yang bakal punya daya tarik kuat jika sudah mendapat polesan investor, adalah Taman Nasional Gunung Watumohae, dengan areal seluas 70.705 ha.

Selain itu terdapat obyek wisata potensial lainnya, yakni Rawa Aopa seluas 34.295 ha yang dihuni oleh satwa liar seperti rusa, babi hutan, buaya dan kerbau. Juga terdapat binatang langka yang khas Sulawesi, yakni anoa dan babi rusa. Karena di kawasan andalan ini masih terdapat satwa liar, maka direncanakan akan dikembangkan obyek wisata buru pada areal seluas 10.000 ha. Jika proyek ini benar-benar terwujud kelak, para wisatawan bisa menikmati wisata yang mendebarkan : pemburuan satwa liar.

Bagi mereka yang gandrung pada suasana laut atau ingin mengeruk nuansa wisata bahari, Kawasan Andalan Bukari memiliki pantai yang permai di Watubangga dan Pulau kabaena. Potensi wisata ini akan mengkilap jika mendapat suntukan dana dari para investor untuk pengembangannya.

KEHUTANAN

Disektor kehutanan, Kawasan Andalan Bukari memiliki hutan seluas 284.092 ha, terdiri dari hutan lindung (58.567 ha), suaka alam/hutan wisata (70.705 ha), hutan produksi terbatas (40.766 ha), dan produksi tetap (114.050 ha). Pengembangan sektor kehutanan ini kan diarahkan pada pemantapan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk menunjang bahan baku kertas, bahan bangunan dan furniture. Selama ini sudah ada dua perusahaan yang memegang konsesi pengembangan HTI tersebut, yakni PT Guhara yang menggarap areal seluas 30.000 ha. dan PT Agathis seluas 36.300 ha. Diluar itu, juga terdapat HTI bambu seluas 10.000 ha.

INDUSTRI

Kawasan Andalan Bukari memiliki beberapa industri yang tersebar dibeberapa lokasi kabupaten antara lain :

- Industri pengolahan Kalao di Watubangga.

Hal tersebut menunjukkan kegiatan investasi di wilayah kawasan andalan cenderung didominasi oleh sektor primer, sehingga belum ada keseimbangan pada struktur industri. Jika saja sudah terjalin kemitraan antara pengusaha besar-menengah-kecil yang berpijak pada ekonomi rakyat tidak menutup kemungkinan akan tercapainya ekploitasi industri yang berdayaguna.

PERTAMBANGAN

Kawasan Andalan Bukari memiliki bahan galian logam maupun non logam, antara lain sebagai berikut :

1. Nikel

Disektor pertambangan, Sulawesi Tenggara dikenal dengan deposit nikelnya, yang kini ditangani PT Inco dikabaena pada areal penambangan seluas 3.329 ha. Daerah konsesi P. kabaena ini merupakan bagian dari total konsesi PT INCO sebesar 218.000 Ha. Dengan adanya rencana untuk peningkatan kapasitas produksi nikel dari 45.000 ton menjadi 68.000 ton pada tahun 2000 dan perpanjangan kontrak kerja sampai dengan tahun 2025, diharapkan usaha ekploitasi nikel di P. Kabaena oleh PT. INCO dapat terealisir.

Selain itu terdapat endaapan nikel, Kawasan Andalan bukari pun menyimpan cadangan bahan tambang lain yang cukup potensial untuk dikembangkan oleh para pengusaha. seperti : batu bara , biji besi dan tambang Aspal di pulau Buton.

2. Marmer

Cadangan marmer sebanyak 233 miliar meter kubik terdapat di Kabaena. Sedang kebutuhan nasional akan batu marmer adalah sebesar 1.923.000 m2 pada tahun 1994 dan 2.018.000 m2 pada tahun 1995.

3. Batu gamping

Bahan galian batu gamping sebesar 25 milyard m3 terdapat dikecamatan Poleang. Sebagai potensi bahan galian, Batu gamping ini dapat dijadikan bahan industri semen. Berdasarkan data yang ada, kebutuhan akan batu gamping pada tahun 1995 adalah sebesar 34 juta ton sedangkan pada tahun 1998 diperkirakan meningkat menjadi 58 juta ton. Hal ini merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangakan pabrik semen di kawasan Bukari.

4. Bahan galian lain

Pasir kuarsa dijumpai di Tangke Tada dengan cadangan sebesar 500 miliar meter kubik. Di tempat yang sama ditemukan pula cadangan tanah liat 2 miliar meter kubik.

Cadangan deposit chromit, dolomit, magnesit, deorit, dan krisopras juga terdapat pada kawasan Andalan Bukari yang jumlah cadangannya masih dalam tahap penelitiaan.

 

garis01.gif (11170 bytes)

Created by Ir. Asrun, M.Eng.Sc dan Rekan
Send e-mail to : Rehab@kendari.wasantara.net.id
Copyright 1998 Dinas PU Sultra. All rights reserved.
Last Updated : January 17, 1999 19:45